Tatalaksana Takikardia
Nadi > 150x. ABC, O2, IV, EKG.
Apakah Pasien Memiliki Tanda Ketidakstabilan?
- Hipotensi / Syok
- Penurunan kesadaran akut
- Nyeri dada iskemik
- Gagal jantung akut (sesak hebat, ronkhi)
KARDIOVERSI SEGERA
Pertimbangkan sedasi jika pasien sadar. Langsung lompat ke protokol energi dan checklist.
Bagaimana Lebar Kompleks QRS?
Tatalaksana QRS Lebar (VT Monomorfik)
-
Pertimbangkan Adenosin: HANYA jika irama reguler dan monomorfik.
-
Anti-Aritmia (Amiodaron / Lidokain): Rujuk ke panduan dosis obat.
Tatalaksana QRS Sempit (SVT/AFib)
-
Manuver Vagal: Pijat karotis / Valsava.
-
Adenosin (Jika reguler): 6 mg IV bolus super cepat. Lanjut 12 mg jika gagal.
-
Diltiazem / Verapamil (Jika AF/ireguler): Untuk rate control.
Panduan Praktis Farmakoterapi
Dosis otomatis disesuaikan dengan 60 kg. Dikurasi berdasarkan ketersediaan obat umum di Indonesia.
Amiodaron (Kordarone)
Algoritma Monitoring & Titrasi
Pantau ketat Tekanan Darah (risiko hipotensi akibat pelarut), Nadi (bradikardia), dan EKG.
STOP DRIP bila QTc > 500 ms atau hipotensi berat!
Drip IV maksimal dipertahankan 24 jam (Total 900 mg). Bila stabil, STOP DRIP dan switch ke Amiodaron Oral (Loading: 200 mg 3x1 selama 1 minggu, lalu maintenance 200 mg 1x1).
Bila VT menetap atau QTc memanjang tajam, ganti strategi ke Lidokain IV atau segera persiapkan Kardioversi Elektrik.
HANYA boleh dilarutkan dlm DEXTROSE 5%.
JANGAN gunakan NaCl 0.9% (mengkristal)!
Oplos: 3 ampul (450 mg) + D5W hingga 50 cc (= 9 mg/cc).
- 6 Jam Pertama 360mg (1 mg/mnt) ➔ 6.6 cc/jam
- 18 Jam Berikut 540mg (0.5 mg/mnt) ➔ 3.3 cc/jam
Lidokain 2%
Algoritma Titrasi & Maintenance
Jangan langsung menaikkan laju syringe pump! Obat butuh waktu untuk mencapai kadar stabil.
👉 Re-Bolus 0.5 - 0.75 mg/kg IV, LALU naikkan laju drip 1 mg/menit (Maksimal 4 mg/menit).
Jika VT teratasi tanpa ektopik berulang, pertahankan laju drip saat ini selama 24 jam. Setelah 24 jam stabil, lakukan tappering off perlahan (turunkan 1 mg/mnt tiap beberapa jam) sebelum di-stop.
Kebas di bibir/mulut (perioral), kebingungan, kedutan otot, kejang, atau bradikardia memburuk.
Sediaan anestesi lokal di faskes primer sering dicampur Epinefrin yang akan MEMPERBURUK aritmia, atau berpengawet memicu anafilaksis.
Pastikan menggunakan Lidokain Kardiak IV tanpa Epinefrin & Preservative-Free!
Oplos 5 ampul (200 mg) + NaCl 0.9% hingga 50 cc (= 4 mg/cc). Mulai dari 1-4 mg/mnt.
| Dosis Laju | Syringe Pump |
|---|---|
| 1 mg/menit | 15 cc/jam |
| 2 mg/menit | 30 cc/jam |
| 3 mg/menit | 45 cc/jam |
| 4 mg/menit | 60 cc/jam |
Adenosin (Karbio)
Dosis 2: 12 mg (2 vial).
Waktu paruh <10 detik!
- Pakai *Three-way stopcock*.
- Port 1: Adenosin. Port 2: Flush 20 cc NaCl.
- Suntik cepat, langsung flush kuat, elevasi lengan!
Diltiazem IV (Herbesser)
Bolus lambat 2 menit. Jika nadi tinggi stlh 15 mnt, ulang bolus 0.35 mg/kg.
Oplos 1 vial (50 mg) dlm 50 cc NaCl 0.9%. Mulai jalan 5 cc/jam, titrasi.
Verapamil IV (Isoptin)
Bolus IV sangat lambat (selama 2 menit). Pada lansia, berikan selama 3 menit.
Gagal Jantung (HFrEF / syok kardiogenik) dan Takikardia QRS Lebar (dapat memicu VF/kematian).
Catatan Prokainamid
ATURAN EMAS KARDIOVERSI
Selalu pastikan tombol SYNC menyala sebelum melepaskan kejutan!
SVT & Atrial Flutter
Atrial Fibrilasi (AF)
VT Monomorfik
(Dengan Nadi)
VT Polimorfik
(Torsades / Tdk Stabil)
(DEFIBRILASI)
Midazolam
0.02-0.05 mg/kgFentanyl
0.5-1 mcg/kg
Poin Informed Consent
-
Tujuan: "Me-reset sistem listrik jantung dengan kejut ringan agar irama kembali normal."
-
Prosedur: "Pasien ditidurkan (bius) sesaat agar tidak nyeri. Tindakan kejut sangat singkat."
Risiko & Kemungkinan Komplikasi
-
Luka Bakar Ringan: Kemerahan atau perih pada area kulit dada tempat menempelnya pads atau pedal defibrilator.
-
Gangguan Irama Jantung Baru: Irama bisa melambat sementara (bradikardia/asistol) atau justru memicu aritmia lain yang membutuhkan tindakan tambahan.
-
Risiko Bekuan Darah Lepas (Emboli/Stroke): Khususnya pada kasus Atrial Fibrilasi, gumpalan darah di dalam jantung bisa terlepas saat irama tiba-tiba menjadi normal.
-
Kegagalan / Rekurensi: Tindakan mungkin tidak berhasil menormalkan irama jantung, atau berhasil namun kumat kembali dalam hitungan jam/hari.