Clinical Thinking
Diferensial diagnosis otomatis. Melacak *underlying disease* dari HAGMA/NAGMA/LAGMA.
Dosis Defisit & Koreksi
Menghitung dosis defisit elektrolit & Bikarbonat dengan jadwal *monitoring* spesifik.
Protokol Lanjut ICU
Algoritma ARDSNet LPV, clearance Laktat, kalkulasi sekunder (A-a, Delta Ratio).
Silakan masukkan nilai pH, pCO2, dan HCO3 di panel sebelah kiri untuk memunculkan analisis dan rencana tindakan otomatis.
Atau Coba Fitur Ini
PBW: - kg | Target VT: - mL
Gunakan referensi ini untuk mereview ulang patofisiologi dasar gas darah secara cepat di waktu luang jaga klinik atau bangsal.
🫁 Asidosis Respiratorik (pCO2 > 45 mmHg)
Paru menahan (meretensi) CO2. Karena CO2 + H2O → H2CO3 (asam karbonat), maka pH akan turun. Penyebab tersering adalah hipoventilasi akibat PPOK eksaserbasi, kelelahan napas, atau sedasi berlebih.
🫁 Alkalosis Respiratorik (pCO2 < 35 mmHg)
Pasien bernapas terlalu cepat (hiperventilasi) sehingga CO2 terbuang banyak. Sering terjadi pada fase awal syok/sepsis, nyeri hebat, hipoksia, atau ansietas.
🧪 Asidosis Metabolik (HCO3 < 22 mEq/L)
Stok buffer basa tubuh habis dipakai untuk menetralisir penambahan asam organik (seperti Laktat pada syok, Keton pada KAD) atau basa memang terbuang keluar tubuh (Diare massal) / Ginjal gagal ekskresi H+.
🧪 Alkalosis Metabolik (HCO3 > 26 mEq/L)
Peningkatan basa darah absolut. Sering iatrogenik (penggunaan diuretik Loop/Furosemid membuang ion Cl- dan H+) atau hilangnya asam lambung akut karena muntah proyektil/NGT terbuka.
📐 Formula Anion Gap
AG = Na⁺ − (Cl⁻ + HCO3⁻)
Normal: 8–12 mEq/L. Jika pasien hipoalbumin, AG harus dikoreksi: Tambahkan 2.5 ke nilai AG untuk tiap penurunan 1 g/dL albumin dari batas 4.0.
Ada tambahan "asam asing" beracun atau patologis yang masuk ke darah (anion tidak terukur meningkat). Hapal diferensial diagnosisnya dengan mnemonik MUDPILES atau GOLD MARK (Glikol, Oksoprolin, L-Laktat, D-Laktat, Metanol, Aspirin, Renal failure/Uremia, Ketoasidosis).
Juga dikenal sebagai Asidosis Hiperkloremik. Asidosis terjadi bukan karena ketambahan racun, melainkan karena tubuh "bocor" membuang HCO3, lalu kompensasi tubuh menahan Klorida (Cl) agar muatan listrik stabil. Penyebab utama: Diare masif, Renal Tubular Acidosis (RTA), atau resusitasi cairan NaCl 0.9% secara masif.
Jarang terjadi tetapi sangat spesifik. Penyebab paling umum adalah Hipoalbuminemia berat yang tidak dikoreksi. Penyebab lain: Peningkatan kation tak terukur parah (Multiple Myeloma/Hiperproteinemia, hiperkalsemia, intoksikasi Litium).